10 Makna Cinta Menurut Pandangan Psikologi


10 Makna Cinta Menurut Pandangan Psikologi


Topik tentang cinta memang selalu menarik untuk dibahas, termasuk makna cinta itu sendiri. Apa sih makna cinta? Ilmu Psikologi yang fokus membahas prilaku dan kejiwaan manusia mempunyai pandangan sendiri tentang makna cinta. Umumnya kita mengetahui cinta itu identik dengan perasaan kasih sayang, perasaan suka dan lain sebagainya. Dalam Psikologi sendiri cinta memiliki banyak penjelasan. Ada banyak yang mencoba menjelaskan apa itu cinta dari pandangan psikologi dan bagaimana macam-macam cinta.

Sama seperti bahasan psikologi lainnya, cinta tidak memiliki wujud yang dapat dilihat dengan nyata, namun dapat kita rasakan. Ada banyak tokoh psikolog yang membahas mengenai definisi cinta. Beberapa dari mereka bahkan berusaha menjabarkan cinta sebagai bentuk yang konkret. Hal ini dapat kita lihat melalui jenis-jenis cinta dalam psikologi yang tentu saja akan sangat membantu kita dalam memahami makna cinta.

10 Makna Cinta Menurut Pandangan Psikologi

Berikut ini adalah 10 Makna Cinta Menurut Pandangan Psikologi yang merupakan kompilasi dari penjabaran bermacam-macam cinta yang sudah dikemukakan oleh banyak tokoh psikolog terkenal.

1. D-Love 

Deficiency love atau yang biasa disingkat dengan D-Love, merupakan pendapat yang dikemukakan oleh Abraham Maslow. Menurut pandangan D-Love, cinta dapat diartikan sebagai sebuah perasaan yang muncul karena adanya kekurangan. Cinta yang timbul karena adanya kekurangan ini akan mendorong seseorang untuk mulai mencari atau menyukai sesuatu dan melengkapi dirinya.

Contoh dari D-Love yaitu saat seseorang merasa kesepian, ia akan berusaha untuk mencari orang lain untuk dicintai supaya tidak kesepian. Dalam D-Love, cinta digambarkan sebagai sesuatu yang berfokus pada diri sendiri dan lebih banyak menerima dibanding memberi.

2. B-Love

Teori cinta B-Love atau being love merupakan penjelasan bentuk cinta dari Abraham Maslow selanjutnya. Cinta sebagai sesuatu yang sifatnya tanpa syarat, tanpa adanya keinginan untuk mengubah perilaku orang lain. Di sini cinta akan digambarkan sebagai suatu sikap yang berfokus untuk penerimaan diri.

B-Love juga menggambarkan perasaan dicintai dan mencintai yang seimbang. Dapat dikatakan, B-Love ini adalah sesuatu yang sifatnya tulus. Contoh dari B-Love ini adalah cinta orang tua terhadap anaknya.

3. Cinta adalah Kedekatan dengan Orang Lain

Tokoh Psikolog, Rubin mengartikan cinta sebagai kedekatan dengan orang lain (intimacy). Cinta akan muncul saat kita dekat dengan orang lain. Perasaan dan sikap ini akan muncul dengan sendirinya karena adanya kedekatan dengan orang lain. Lama kelamaan, kedekatan tersebut akan memicu terjadinya perasaan suka, perasaan sayang dan perasaan cinta. Kedekatan akan menjadikan seseorang menjadi lebih penting bagi orang lain.

4. Cinta adalah Memberikan Perhatian pada Orang Lain

Cinta merupakan bagaimana cara kita dalam memberikan perhatian kepada orang lain. Seseorang mungkin akan lebih peduli (care) terhadap orang atau sesuatu yang ia sukai. Perasaan ini akan berkembang menjadi cinta yang tentu saja akan berusaha memberikan segalanya termasuk perhatian dan juga kesukaan tertentunya

5. Cinta adalah Rasa Percaya pada Orang Lain

Cinta juga berarti sebagai sebuah rasa percaya pada orang lain. Tidak mungkin seseorang akan mencintai orang lain tanpa adanya sebuah rasa percaya. Konsep ini juga menjelaskan bahwa seseorang mungkin akan mulai “menyerahkan” dirinya kepada orang lain karena kepercayaan yang sudah sangat tinggi terhadapnya.

6. Cinta adalah Hasrat 

Sternberg dan Burners menggambarkan cinta sebagai sesuatu yang merupakan hasrat (passion). Hasrat ini merupakan sebuah keinginan dan kesukaan, yang membuat seseorang suka melakukan sesuatu dengan ikhlas dan tanpa pengharapan apa pun.

7. Cinta adalah Komitmen 

Cinta juga berarti sebuah komitmen. Yaitu sesuatu yang melekat dan membuat seseorang menjadi benar-benar memiliki tanggung jawab terhadap orang lainnya. Seseorang akan merasa terikat dalam waktu yang lama dan tidak merasa terpaksa untuk berhubungan dengan orang lain karena memang adanya komitmen di antara individu tersebut.

8. Cinta adalah Keintiman 

Sternberg juga menganggap cinta sebagai keintiman. Teori ini hampir mirip dengan penjelasan dari Rubin yang menjelaskan makna cinta sebagai kedekatan. Cinta yang merupakan keintiman dianggap sebagai bagian dari nafsu seseorang. Cinta ini biasanya lebih berfokus pada gairah seseorang untuk memenuhi kebutuhan akan perasaan menyayangi dan disayangi.

9. Cinta adalah Rasa Suka yang Berkembang 

Cinta merupakan rasa suka yang berkembang. Diawali dari suka, lama kelamaan akan timbul perasaan lebih yang disebut sebagai cinta.

10. Cinta adalah Perasaan Sayang 

Seseorang yang mencintai pasti memiliki rasa sayang tersendiri. Rasa sayang tersebut akan berkembang dengan sangat cepat dan menjadi bagian dari cinta.

Itu makna cinta menurut pandangan psikologi. Apa makna cinta menurut kamu?

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "10 Makna Cinta Menurut Pandangan Psikologi"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel