10 Gangguan Psikologis Paling Berbahaya Yang Perlu Diwaspadai


10 Gangguan Psikologis Paling Berbahaya Yang Perlu Diwaspadai


Ada banyak gangguan psikologis atau kejiwaan yang terdaftar di Asosiasi Psikologi Amerika, dari yang sangat ringan hingga yang paling berbahaya. Kita harus dapat mengetahui apa saja itu gangguan kejiwaan yang dapat membahayakan, melukai atau mengancam jiwa pasien sendiri maupun orang lain disekitarnya.

10 Gangguan Psikologis Paling Berbahaya Yang Perlu Diwaspadai

Kenali ciri-ciri gangguan ini, dan segera lakukan tindakan terapi yang tepat. Diantara ratusan jenis gangguan psikologis, berikut adalah 10 Gangguan Psikologis Paling Berbahaya yang perlu kita waspadai.

10. Obsesif Compulsif Disorder


Obsesif Kompulsif Disorder atau yang lebih dikenal dengan OCD merupakan gangguan pada otak dan perilaku. Penderita OCD mengalami kecemasan yang parah.

Ciri-ciri umum penderita:

  • Melakukan tindakan yang berulang-ulang.
  • Tidak dapat lepas dari resah dan cemas, tertekan dan merasa tidak nyaman dengan keadaan ini.
  • Pikiran dan tindakan tersebut tidak memberikan perasaan lega, rasa puas atau kesenangan. Pikiran dan tindakan ini disebabkan karena rasa khawatir secara berlebihan dan mengurangi stres yang dirasakannya.
  • Obsesi (pikiran) dan kompulsi (perilaku) sifatnya berulang-ulang secara terus-menerus dalam beberapa kali setiap harinya.

Obsesi dan kompulsi menyebabkan terjadinya tekanan dalam diri penderita. OCD menghabiskan waktu lebih dari satu jam sehari atau secara signifikan mengganggu fungsi normal seseorang, kegiatan sosial atau suatu hubungan dengan orang lain.

Pada kasus gangguan OCD tertentu dapat sangat berbahaya ketika pasien terobsesi untuk melukai diri dan orang lain. Untuk itu pihak keluarga dan pendamping harus ekstra selektif dalam memberikan informasi atau bahkan saat menonton televisi.

9. Antisosial Personality Disorder


Gangguan Kepribadian Antisosial atau Sociopathy merupakan gangguan psikologis dimana seseorang sering kurang empati dan cenderung tidak berperasaan, sinis, dan menghina perasaan, hak dan penderitaan orang lain.

Ciri-ciri umum penderita Antisosial Personality Disorder:

  • Kegagalan untuk menyesuaikan diri dengan norma-norma sosial yang berkaitan dengan perilaku yang sah.
  • Tipu daya, seperti sering berbohong, penggunaan alias atau nama samaran, atau menipu orang lain untuk keuntungan pribadi atau kesenangan.
  • Impulsif atau kegagalan untuk merencanakan ke depan.
  • Cepat marah dan agresivitas, ditunjukkan dengan perkelahian fisik atau serangan.
  • Mengabaikan keselamatan diri sendiri atau orang lain.
  • Konsisten tidak bertanggung jawab, contohnya kegagalan berulang untuk mempertahankan perilaku kerja yang konsisten atau menghormati kewajiban keuangan.
  • Kurangnya penyesalan, ditunjukkan oleh sifat acuh tak acuh atau rasionalisasi.

8. Anorexia nervosa


Anorexia Nervosa merupakan gangguan pola makan. Orang yang mengalami gangguan ini merasa tidak puas dengan penurunan berat badannya. Hal inilah yang menyebabkan penderita Anoreksia Nervosa juga mengalami gangguan kecemasan dan depresi yang intens.

Ciri-ciri umum penderita Anorexia Nervosa:

  • Tidak mau mempertahankan berat badan pada level normal atau sedikit di atas normal.
  • Ketakutan intens bahwa berat badan akan naik.
  • Evaluasi yang tidak pas terhadap berat badan atau bentuk tubuhnya sendiri, atau mengingkari keseriusan berat tubuhnya yang saat ini kurang.
  • Amenorrhea (tidak mengalami menstruasi)
  • Pada banyak kasus, penderita akan mengalami permasalahan kesehatan atau metabolisme tubuh yaitu mal nutrisi yang pada akhirnya berujung pada kematian penderitanya.

7. Self Harm/ Self Injures


Self injury adalah suatu perilaku yang dilakukan seseorang untuk mengatasi rasa sakit emosional dengan cara melukai diri sendiri.

Ciri-ciri umum penderita gangguan ini yaitu:

  • Selalu menghindari masalah.
  • Sulit mengendalikan emosi.
  • Kurang mampu mengurus diri sendiri.
  • Pemikirannya kaku atau tidak logis.
  • Tidak menyukai dirinya sendiri.
  • Tidak suka akan perubahan, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun pengalaman baru.
  • Hipersensitif terhadap penolakan.
  • Memiliki perasaan agresif yang tinggi.
  • Biasanya penderita mengalami depresi dan stres berat.
  • Sering mengalami iritabilitas.

Berdasarkan realitasnya, pederita gangguan ini menikmati saat ia melukai dirinya atau mengancam membunuh diri untuk mendapatkan apa yang menjadi keinginannya.

6. Homosexual


Homoseksual merupakan gangguan psikologis yang mengacu pada interaksi seksual dan atau romantis antara pribadi yang berjenis kelamin sama.

Homoseksualitas merupakan salah satu penyimpangan perkembangan psikoseksual. Gangguan ini dapat diartikan sebagai suatu kecenderungan yang kuat akan daya tarik erotis seseorang justru terhadap jenis kelamin yang sama. Untuk pria yang menderita penyimpangan ini disebut homoseksualitas atau gay, sedangkan bagi wanita disebut Lesbian.

Ciri-ciri umum penderita Homoseksual:

  • Memiliki rasa yang berlebihan kepada sesama jenis, seperti mengagumi, rasa suka, sayang dsb.
  • Memiliki kelainan dalam perilaku yang tidak sesuai dari kodratnya.
  • Tidak memiliki hasrat terhadap lawan jenis.
  • Memegang teguh pada waham dan delusinya.
  • Memiliki sensitifitas yang sangat berlebihan.
  • Kesulitan dalam melepaskan diri dari trauma masa lalu.
  • Kesulitan dalam mengontrol emosi dan hasrat seksual.
  • Merasakan kesan berbeda (erotis) ketika bergaul dengan sesama jenis dan kesulitan dalam menjalin hubungan dengan lawan jenis

Perilaku penyimpangan seksual ini sangat bertentangan dari sisi naluriah atau kodrati, etika sosial dan nilai-nilai keagamaan, serta membahayakan eksistensi umat manusia.

Pada kasus tertentu, pasien yang mengalami gangguan psikologis ini dapat melakukan segala cara, seperti intimidasi, kekerasan fisik atau teror kepada pasangan sejenisnya agar senantiasa menuruti kemauannya.

5. Bipolar Disorder


Bipolar Disorder merupakan gangguan atau kelainan secara kimiawi pada sistem syaraf otak yang mempengaruhi mood atau suasana hati, seperti kegembiraan atau kesedihan (depresi) yang mendalam, bersifat ekstrim (perubahannya sangat cepat) dan bertahan dalam waktu yang lama.

Penderita gangguan Bipolar juga dapat mengalami perubahan suasana hati yang complicated atau multi emosi. Gangguan Bipolar dapat mengakibatkan rusaknya hubungan sosial, pekerjaan atau sekolah, dan bahkan bunuh diri. Gangguan ini juga dikenal sebagai penyakit Manik-depresif.

4. Skizofrenia

Skizofrenia merupakan gangguan psikologis yang disebabkan oleh kelainan secara kimiawi pada otak, yang pada akhirnya mengganggu fungsi sistemik dan impuls syaraf otak. Kondisi ini mengakibatkan kegagalan fungsi otak dalam mengolah informasi dari dan ke panca indera, sehingga timbul proyeksi yang tidak seharusnya.

Ciri-ciri umum penderita Skizofrenia adalah:

  • Munculnya halusinasi, baik secara visual, pendengaran atau proyeksi ingatan masa lalu, dll.
  • Tingkah laku abnormal dan berdasarkan insting.
  • Delusi, yaitu keyakinan bahwa seseorang seolah-olah mengalami sesuatu (alam khayal).
  • Komunikasi kacau, suka menyendiri dan tidak dapat dikontrol.

Berdasarkan riset medis, hampir 10% penderita Skizofrenia melakukan bunuh diri atau melakukan tindakan kekerasan kepada orang lain di sekitarnya. Banyak hal yang dapat menyebabkan pasien melakukan perbuatan ini. Untuk itu keluarga dan orang-orang sekitar perlu memberi dukungan penuh, kasih sayang, dan perhatian kepada pasien. Pendamping (caregiver) juga diperlukan bagi ODS.

3. Multiple Identity Disorder


Multiple Identity Disorder atau Gangguan Identitas Disosiatif yaitu gangguan psikologis yang mengakibatkan terbentuknya dua atau lebih kepribadian yang berbeda dalam satu tubuh. Masing-masing individu dengan ingatan, kepercayaan, perilaku, pola pikir, serta cara melihat lingkungan dan diri mereka sendiri. Setidaknya dua kepribadian ini secara berulang memegang kendali penuh atas tubuh penderita.

Ciri-ciri umum penderita Gangguan Identitas Disosiatif:

  • Penderita mengalami perasaan tidak nyata, merasa terpisah dari diri sendiri baik secara fisik maupun mental.
  • Penderita merasa tidak mendiami tubuh mereka sendiri dan menganggap diri sebagai orang yang asing atau tidak nyata.
  • Mengalami distorsi waktu, amnesia, dan penyimpangan waktu.
  • Berubah-ubahnya kondisi penderita terjadi saat satu kepribadian bertukar dengan kepribadian lain.
  • Sakit kepala dan keinginan bunuh diri

2. Psikopat


Psikopat berasal dari kata psyche (jiwa) dan pathosi (penyakit). Secara harfiah, Psikopat berarti sakit jiwa. Namun, Psikopat tak sama dengan kegilaan (Skizofrenia/ Psikosis), sebab seorang Psikopat umumnya disebut “Sosiopat”, karena perilakunya yang antisosial yang merugikan orang-orang terdekat tanpa empati sedikitpun, meski mereka menyadari seluruh perbuatannya.

Ciri-ciri umum penderita Psikopat yaitu:

  • Pandai menciptakan kebohongan yang sempurna.
  • Memiliki kemampuan menguasai emosi orang lain bahkan memanipulasinya.
  • Lemah dalam mengontrol emosi dan mampu menyimpan dendam dalam waktu yang lama, menunggu ada kesempatan untuk membalas.
  • Cerdas, serta pandai memanipulasi ekspresi .
  • Tidak memiliki empati atau respon terhadap rasa sakit atau kedukaan orang lain.
  • Memiliki egoisme tinggi.

Meski tidak semua Psikopat menjadi pembunuh berdarah dingin, namun pada kenyataanya mereka selalu menjadi sumber masalah dikomunitasnya. Salah satunya yaitu koruptor.

1. Skizoaffectif


Skizoafektif merupakan kelainan mental yang rancu yang ditandai dengan adanya gejala kombinasi antara gejala Skizofrenia dan gejala gangguan Afektif (gangguan mood).

Ciri-ciri umum penderita Skizoafektif yaitu:

  • Memiliki ciri dari gangguan Skiofrenia dan gangguan afektif (gangguan mood).
  • Terjadinya gabungan gejala Skizofrenia seperti: halusinasi, mendengar bisikan-bisikan, delusi, kekacauan komunikasi dengan gangguan afektif sepertikecemasan, depresi, kesedihan, amarah atau juga hysteria.

Pasien dengan masalah Skizoafektif ini merupakan tipikal yang paling berbahaya dan lebih berpotensi untuk melakukan bunuh diri dari pada jenis Skizofrenia yang lain.


Terkait dengan gangguan psikologis yang berbahaya diatas kita perlu melakukan tindakan yang tepat jika seandainya diri kita, angggota keluarga, tetangga, sahabat, rekan kerja atau partner bisnis terdiagnosa mengalami gangguan psikologis ini, kenali dan lakukan tindakan yang seharusnya.

Berikut ini adalah hal-hal yang dapat kita lakukan jika menemukan permasalahan di atas:

  1. Lakukan konsultasi ke Psikolog atau Psikiater untuk menganalisa masalah sebenarnya yang dialami, untuk kemudian diberikan saran-saran tindakan terapi dan obat yang tepat.
  2. Sebagai terapi pendukung Pasien, disarankan menjalankan program terapi holistik seperti: Ruqyah, Akupunktur, Bekam, Totok Syaraf, Hipnoterapi dst.
  3. Pasien diwajibkan menjalani program perbaikan mental-psikis, kedisiplinan, dan pendalaman keagamaan.

Penanganan pasien yang cepat dan tepat dapat membantu proses kesembuhan pasien. Semoga kita dijauhkan dari gangguan-gangguan psikologis tersebut ya.. Nikmati hidup kita apapun itu dan terus tetap berada di jalan norma yang ada.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "10 Gangguan Psikologis Paling Berbahaya Yang Perlu Diwaspadai"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel