10 Tips Mendidik Anak Yang Baik

10 Tips Mendidik Anak Yang Baik


“Anak itu ibarat kertas putih, orang tua dan lingkunganlah yang bertugas untuk menulisinya”.  Itulah kutipan dari teori Psikologi John Lock. Tugas orang tua adalah menulis kertas putih tersebut, apakah akan ditulis dengan puisi indah atau dicoret dengan coretan tinta kotor. Kesuksesan anak di masa depan ditentukan dengan cara didik orang tua mereka saat kecil.

10 Tips Mendidik Anak Yang Baik

Mendidik anak yang baik itu susah susah gampang, jika kita tahu celahnya maka akan terasa mudah dan menyenangkan, namun jika kita tidak tahu bagaimana caranya maka akan terasa sulit, membuat stres dan anak menjadi anak yang nakal. Berikut ini adalah 10 Tips Mendidik Anak Yang Baik yang sangat berguna untuk anak dan orang tua.
  

1. Pahami Anak

Poin terpenting dalam mendidik anak yang baik adalah dengan cara memahaminya. Sebagai orang tua, kamu tidak boleh hanya menyuruh, memenuhi kebutuhan dan mendidik anak saja. Namun, kamu juga harus memahami sifat anak-anak kamu, baik yang tampak di luar maupun yang di dalam. Berikanlah kasih sayang yang tulus, berdiskusi dan berbicalah dengannya, tanyakan apa keluh kesahnya dan apa yang dia inginkan.

Jangan sampai karena ingin membuat sang anak bahagia di masa depan kita jadi mengenyampingkan kebahagiaanya di masa kecil, ataupun sebaliknya. Kebahagian ini harus seimbang baik sekarang ataupun nanti, lahir maupun batin, dunia dan akhirat.

2. Tidak Ada Anak Yang “Sempurna”

Jangan mencoba untuk membesarkan anak yang “sempurna” karena setiap orang mempunyai kelemahan, termasuk kamu dan anak kamu. Oleh karena itu jangan berfikir dan mencoba menjadikan anak kamu sebagai orang yang sempurna. Terimalah kekurangan dan kelebihan yang dimiliki si anak, dan gali potensi kelebihan yang ia miliki.

Menuntut anak untuk menjadi sempurna dengan menerapkan berbagai peraturan ketat dapat membuat sang anak menjadi frustasi dan stress. Hal ini akan berakibat fatal saat kamu tidak lagi bisa mengontrolnya dimana ia bisa melakukan berbagai hal negatif dan berbahaya.

3. Tunjukkan Kasih Sayang Dengan Benar

Memberikan kasih sayang pada anak memang penting, namun jangan sampai berlebihan sehingga membuat anak menjadi manja dan tidak bisa mandiri. Kasih sayang yang kurang juga mesti dihindari, karena hal ini dapat membuat anak menjadi tertutup dan kurang percaya diri. Berikanlah kasih sayang yang benar dan pas porsinya.

Pastikan kebutuhan anak seperti makan, pendidikan dan hiburan tercukupi. Saat ia berada dalam masalah, pastikan kamu berada di sisinya dan sebisa mungkin membantunya. Jangan berlebihan dan jangan sungkan untuk mengatakan tidak bila kamu merasa si anak sudah mendekati hal-hal negatif. Jika kasih sayang yang diberikan benar, maka di masa depan sang anak akan memikirkan pula bagaimana cara membahagikan orang tua.

4. Diskusi

Tidak ada salahnya membiasakan berdiskusi dan bersikap terbuka dengan anak meskipun mereka masih kecil. Kamu harus dapat menerima pendapat sang anak, mengetahui apa yang ia inginkan dan mengetahui pendapatnya atas pilihanmu. 

Kamu dapat mencoba mendiskusikan hal-hal yang kecil seperti menanyakan pendapat sang anak sebelum memutuskan sesuatu yang berhubungan dengannya. Hal ini akan membuat anak merasa dianggap dan dibutuhkan keberadaannya dan mendorong anak untuk bersikap terbuka di masa depan serta tidak akan menyembunyikan berbagai hal dari kamu. Jadilah orang tua sekaligus teman bagi sang anak, dimana anak dapat berbagi cerita tanpa rasa khawatir.

5. Jadikan Tata Krama Dan Nilai Moral Sebagai Bagian Dari hidup

Tata krama dan nilai-nilai moral serta agama sangat penting ditanamkan sejak dini. Jangan menjadikan tata krama dan nilai-nilai moral hanya sekedar peraturan saja, namun jadikan juga sebagai bagian dari hidup. Jika dijadikan bagian dari hidup, maka nilai-nilai tersebut akan melekat dengan baik pada anak dan ia akan mampu mengamalkannya dengan baik.

Jelaskanlah sebab dan akibat serta efek dari suatu tata krama dan nilai moral, jelaskan hal tersebut secara logis dan mudah dimengerti anak. Dan yang terpenting, jadikan diri kita sebagai contoh untuk mereka, jangan hanya kita bisa menyuruh mereka saja.


6. Jangan Terbiasa Membesar-Besarkan Masalah Kecil

Kebiasaan buruk yang sering kita para orang tua lakukan adalah membesar-besarkan masalah kecil, bahkan terkadang dibahas berulang-ulang hingga terasa menjadi spektakuler. Ini bukanlah hal yang baik, walaupun yang dibahas adalah hal yang positif maupun negatif.

Terlalu membesarkan hal-hal positif dapat membuat anak menjadi sombong dan manja. Sebaliknya, jika terlalu membesarkan hal-hal negative dapat membuat sang anak menjadi penakut dan rendah diri. Untuk itu, biasakanlah menyikapi suatu hal sewajarnya.

7. Beri kebebasan

Kebebesan perlu diberikan kepada anak untuk menanamkan sifat mandiri sejak kecil, asal ada batasannya. Jangan terlalu mengekang dan mengawasi si anak, berikan ia kebebasan dan waktu-watu yang dapat ia habiskan bersama teman-teman atau dirinya sendiri. Dengan ini, anak tidak akan terlalu bergantung dengan orang tua.

Memberikan kebebasan juga berarti jika kamu mempercayai si anak. Hal ini dapat membantu menumbuhkan rasa percaya diri pada si anak. Yang terpenting, kamu tahu kapan saatnya kamu harus membatasi kebebasan tersebut, terutama jika sudah menyangkut masa depan dan keselamatan si anak.

8. Jangan Gunakan Emosi, Gunakanlah Logika

Seringkali kelakuan atau tingkah anak membuat kita emosi kita memuncak dan marah. Memarahi anak juga merupakan sebuah proses yang dapat mendewasakan anak, namun pastikan jika hal tersebut benar-benar kesalahan sang anak, bukan pelampiasan emosi kamu semata.

Saat kamu marah kepada anak, jelaskanlah kepadanya apa kesalahannya. Jelaskan pula konsekuensi dari apa yang ia lakukan. Jika perlu, berikan hukuman untuk memberikan efek jera.

9. Ciptakan Lingkungan Yang Kondusif Untuk Belajar Dan Berkreasi

Kebiasaan belajar dan berekreasi perlu ditanamkan sejak kecil. Untuk itu fasilitasi kebutuhan belajar maupun rekreasi sang anak agar ia menyukai belajar dan rekreasi. Berikan sang anak kebebasan untuk mencoret-coret kertas dan melakukan berbagai hal yang dapat mengembangkan kreativitasnya.

Lingkungan yang kondusif juga harus diterapkan pada orang tua. Jika kamu tidak ingin sang anak terus menerus bermain gadget, jangan terlalu sering menggunakan smartphone di depannya. Jika kamu ingin anak suka membaca, temanilah ia membaca.

10. Tanamkan Sikap Optimis Dan Penuh Percaya Diri

Sikap optimis dari orang tua sangat berpengaruh pada pertumbuhan mental sang anak. Untuk itu, biasakanlah anak berpikir poritif. Gantilah kata-kata “kamu tidak akan bisa melakukan hal ini.", menjadi " tidak ada salahnya jika kamu mencoba melakukan hal ini." Sepanjang hal tersebut tidak berbahaya, berikanla kesempatan pada sang anak untuk mencobanya,

Sikap optimis juga dapat ditunjukkan dengan cara tidak menganggap remeh anak atau tidak mengolok-oloknya. Jangan biasakan menceritakan kejelekan sang anak ke orang lain di depan dirinya, karena hal tersebut dapat menimbulkan rasa minder dan rendah diri pada sang anak.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "10 Tips Mendidik Anak Yang Baik"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel