10 Prinsip Ekonomi Beserta Penjelasan dan Contohnya

10 Prinsip Ekonomi Beserta Penjelasan dan Contohnya

10 Prinsip Ekonomi Beserta Penjelasan dan Contohnya
Picture credit: ekonomi.akurat.co

Hai kamu-kamu :D

Ekonomi, kata yang hampir kita dengar setiap saat yang sangat penting bagi manusia. Ekonomi itu sendiri berasal dari kata Yunani "Oikos" yang berarti keluarga atau rumah tangga dan "Nomos" yang berarti peraturan, aturan atau hukum. Dapat disimpulkan bahwa ekonomi adalah aturan rumah tangga.

Ilmu Ekonomi mempelajari bagaimana mengelola sumber daya yang akan digunakan sehingga menguntungkan rumah tangga. Ilmu ekonomi terkenal dengan 10 Prinsip Ekonomi dari N. Gregory Mankiw yang menjadi salah satu landasan yang banyak digunakan dalam penerapan ekonomi.

Berikut adalah 10 Prinsip Ekonomi Beserta Penjelasan dan Contohnya

1. Setiap Orang Melakukan Tarik-Ulur (Trade Off)


Jika Anda ingin mendapatkan atau melakukan sesuatu maka Anda harus mengorbankan sesuatu yang lain. Dengan Trade off, orang akan mendapatkan hasil optimal dari sumber daya yang ada (efisiensi).
Contoh:
Pegawai perusahaan lebih suka membawa makan siang dengan makanannya sendiri daripada membeli makanan di luar. Jika memasak dia hanya perlu mengeluarkan Rp. 10.000, - untuk membeli bahan makanan, jika ia membeli makanan di luar ia harus mengeluarkan Rp. 25.000, - untuk membeli makanan yang sama dengan yang dia bawa.

2. Biaya Adalah Apa yang Dikorbankan untuk Mendapatkan Sesuatu (Opportunity Cost)


Peluang Biaya atau opportunity cost adalah seseorang harus memilih satu pilihan dari beberapa pilihan yang ada dan ia harus mengorbankan sesuatu untuk mendapatkan pilihan yang diinginkan.

Contoh: 
Ani dihadapkan dengan dua pilihan, yaitu mengikuti seminar atau pulang kampung. Jika pulang kampung Ani akan senang karena bisa melepaskan kerinduannya dengan orang tua dan saudara-saudaranya, namun Ani harus mengeluarkan uang sebesar Rp. 70.000,-. Jika Ani hadir dalam seminar, dia akan mendapatkan banyak ilmu, pengalaman, dan teman baru dan ia hanya perlu mengeluarkan uang sebesar Rp. 30.000, -. Misalkan Ani memilih untuk menghadiri seminar, biaya yang digunakan adalah pulang kampung termasuk kebahagiaan bertemu dengan keluarga. Karena yang tidak dipilih di sini adalah pulang kampung.

3. Orang Berpikir Rasional pada Margin (Marginty)


Seseorang akan berpikir rasional untuk mendapatkan keuntungan dan apa kerugian dari kesempatan yang dia pilih. Margin adalah garis atau batas, artinya orang akan mempertimbangkan perubahan marjinal dan tidak akan lupa bahwa setiap hal memiliki batas.

Contoh: 
Seorang pengusaha memiliki tabungan yang ia kumpulkan sejak awal merintis perusahaan. Suatu saat ia menghadapi dua pilihan, membeli mesin produksi baru untuk meningkatkan produktivitas perusahaan atau menggunakan tabungannya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan berlibur bersama keluarga. Dia memilih membeli mesin untuk meningkatkan pendapatan perusahaan.

4. Orang Merespon atau Bereaksi terhadap Insentif (insentif)


Insentif adalah sesuatu yang mungkin mendapat imbalan atau hukuman sehingga bisa meyakinkan seseorang untuk bertindak. Pengetahuan tentang insentif dan bagaimana reaksi orang terhadap insentif ini sangat penting untuk mengetahui gerakan kerja dan pasar, juga untuk pembuat kebijakan. Biasanya seseorang akan lebih aktif saat mendapat keuntungan tambahan dari apa yang dilakukan.

Contoh: 
Bila harga daging sapi naik, kebanyakan orang akan cenderung memilih untuk membeli daging ayam karena harganya lebih murah. Pada saat yang sama, penjual daging sapi akan menjual daging sapi lebih banyak dari biasanya karena dia tahu dia akan mendapatkan keuntungan lebih tinggi. Tindakan yang dilakukan oleh pedangan daging sapi disebut insentif karena dia bisa mendapat banyak keuntungan atau bahkan kerugian.

5. Perdagangan Menguntungkan Semua Pihak


Perdagangan yang dimaksud adalah bahwa jika satu pihak lebih unggul dari produksi yang lain maka itu akan disebut keuntungan, dan yang kedua memiliki keuntungan lain, memiliki keuntungan menghasilkan barang yang berbeda dengan pihak pertama sehingga yang pertama berkonsentrasi pada barang yang mengungguli, jadi mereka mendapat keuntungan dari jual beli antara pihak pertama dan pihak kedua.

Contoh: 
Sebuah pabrik mobil yang berbasis di Oklahoma, Amerika Serikat telah lama memonopoli pasar mobil di Amerika Serikat, di sana muncul sebuah pabrik pesaing yang ajaibnya berada di tengah laut. Jika pabrik mobil yang berbasis di Oklahoma mengeluarkan biaya $ 25.000 untuk merancang, memproduksi suku cadang hingga membuat mobil, pabrik di San Francisco secara ajaib hanya membutuhkan 50 ton gandum seharga $ 12.000.

Prosesnya cukup mudah, cukup mengirim gandum ke pabrik melalui kapal, mobil dengan setengah harga pasaran sudah tersedia. Pabriknya bernama Honda. Konsumen mobil AS bisa mendapatkan mobil dengan harga murah. Konsumen Jepang bisa mendapatkan gandum berkualitas tinggi. Pabrik Oklahuma akan kehilangan uang akibat persaingan.

Namun, dengan sejumlah inovasi ia dapat bangkit kembali ke pasar, dan memberikan pasokan mobil dengan kualitas dan harga yang lebih menguntungkan. Proses ini adalah salah satu prinsip yang disebutkan oleh Mankiw dalam 10 prinsip ekonominya.



6. Pasar Adalah Kegiatan yang Baik dalam Mengorganisir Kegiatan Ekonomi


Perusahaan memutuskan siapa yang akan  dipekerjakan dan barang apa yang akan diproduksi, sebaliknya rumah tangga memutuskan untuk bekerja di perusahaan mana dan akan membeli barang apa dari penghasilan mereka.

Perusahaan dan rumah tangga berinteraksi di pasar, di mana harga dan kepentingan pribadi mempengaruhi dan membimbing keputusan yang mereka buat. Pasar merupakan tempat dimana perusahaan sebagai distributor atau produsen dan rumah tangga sebagai konsumen berinteraksi, menawar nilai atau harga barang.

Contoh: 
Ada perusahaan yang bergerak di bidang teknologi membuat inovasi produk. Untuk mengetahui bentuk inovasi yang harus dikerjakan oleh perusahaan, perusahaan harus memperhatikan UX (User Experience) sebelum pengembangan.

7. Pemerintah Mampu Meningkatkan Faktor Produksi


Pemerintah ikut campur dalam bidang ekonomi melalui pasar, pemerintah dapat membantu pedagang yang bisa menguntungkan kedua belah pihak (penjual dengan pembeli) sehingga penjual bisa memaksimalkan pendapatan dengan menambahkan barang atau perdagangan saham sehingga bisa memperoleh hasil yang maksimal.

Contoh: 
Pemerintah dapat melakukan intervensi untuk menyelamatkan perusahaan yang bangkrut dan menjaga kelancaran produksi sambil meminimalkan pengangguran dengan cara melakukan pembelian atau pengambilalihan perusahaan oleh pemerintah.

8. Standar Hidup Suatu Negara Tergantung pada Kemampuan dalam Memproduksi Barang dan Jasa


Standar kehidupan suatu negara berbanding lurus dengan kemampuannya untuk memproduksi barang dan jasa yang tinggi maka standar kehidupan negara tinggi, dan sebaliknya. Tingkat pertumbuhan produktivitas suatu negara menentukan tingkat pertumbuhan pendapatan rata-rata.

Contoh:
Jepang adalah negara yang terkenal di bidang teknologi. Tidak hanya di bidang teknologi saja, tapi Jepang juga unggul di bidang industri. Jepang memiliki kemampuan untuk menghasilkan barang yang berkualitas baik. Jepang bisa menjadi negara maju bahkan terus berkembang, hal ini disebabkan kemampuannya menghasilkan produk yang memiliki nilai tambah dalam hal kuantitas dan kualitas.

9. Harga di Pasar Naik Jika Pemerintah Mencetak Uang Terlalu Banyak (inflansi)


Tingginya peredaran uang akibat tingginya produksi uang itu sendiri, sehingga nilai uang menjadi kurang berharga. Harga barang meningkat karena menurunnya nilai uang.

Contoh:
Hiperinflasi di Zimbabwe, sampai-sampai  di uang kertas tertulis mata uang 10 miliar. Kini, setelah mengalami 3 devaluasi (penurunan nilai mata uang) sejak 2006, dolar Zimbabwe dinyatakan tidak berlaku lagi, bahkan yang digunakan di negara ini sekarang adalah mata uang internasional.

10. Masyarakat Menghadapi Trade Off Jangka Pendek Antara Inflasi dan Pengangguran


Kurva Philips menggambarkan hubungan antara inflasi dan pengangguran. Semakin tinggi tingkat pengangguran semakin rendah tingkat inflasi. Kurva ini menandakan bahwa tingkat pengangguran yang rendah akan selalu diperhatikan dengan mendorong sedikit tingkat inflasi.

Tingkat inflasi akan selalu dikurangi dengan membiarkan kenaikan pengangguran atau trade off antara inflasi dan pengangguran. Trade off antara inflasi dan pengangguran hanya sementara namun juga bisa bertahan bertahun-tahun.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "10 Prinsip Ekonomi Beserta Penjelasan dan Contohnya"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel